Thursday, May 23, 2019

Patroli Gabungan Skala Besar Kodim 0411/LT bersama Polres Lampung Tengah


Media Center Kodim 0411/LT


Kamis, (23/05/19) pukul .00.30 Wib telah dilaksanakan monitoring kegiatan Patroli Gabungan TNI-Polri skala besar jajaran Kodim 0411/LT dan Polres Lamteng di wil. Kab. Lamteng dlm rangka Menciptakan kondisi aman dan kondusif.

Komposisi pasukan terdiri dari Kodim 0411/LT 97 personel, Polres Lamteng 245 personel dan Brimob Gunung Sugih 24 personel.



Route Patroli Mapolres Lamteng - Kampung Buyut Udik - Simpang Mojopahit - Tugu Pepadun Gunung Sugih - Kampung Bandar Jaya - Simpang tiga Terbanggi Besar - Terminal Betan Subing Terbanggi Besar - Pintu Tol Terbanggi Besar - Kembali ke Polres Lamteng.

Hasil yang dicapai dari Patroli Gabungan skala besar antara lain Route yang dilewati aman, lancar dan kondusif, Lalulintas lancar, Tidak terdapat adanya konsentrasi massa, Objek vital dalam kondisi aman dan Personel, materil aman serta lengkap.

Pukul 01.40 Wib Patroli gabungan skala besar TNI dan Polri selesai dengan aman, tertib dan lancar. (DL)







Monday, May 20, 2019

APEL GELAR PASUKAN DAN PATROLI WILAYAH KODIM 0411/LT


Media Center Kodim 0411/LT

Pasiops Kodim 0411/LT Kapten Inf D. Tinambunan memimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka mengantisipasi pengumuman hasil Pilpres dan Pileg serta Pengumuman hasil pleno oleh KPU tanggal 22 Mei 2019 dilanjutkan Patroli Wilayah Kodim 0411/LT. Senin (20/05/19)

Peserta Apel sebanyak 150 orang personel Kodim 0411/LT tersebut selanjutnya di bagi menjadi beberapa pos siaga dan tim patroli untuk memantau kondisi wilayah binaan Kodim 0411/LT. (DL)













KODIM 0411/LT MELAKSANAKAN UPACARA HARI KEBANGKITAN NASIONAL


Media Center Kodim 0411/LT

Dandim 0411/LT Letkol Czi Burhannudin,S.E.,M.Si. selaku Inspektur Upacara pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional dengan Perwira Upacara Pasipers Dim 0411/LT Kapten Czi Andi Emil Syah dan Komandan Upacara Kapten Inf Sapji di Lapangan Apel Makodim 0411/LT. Senin (20/05/19)

Upacara yang diikuti oleh Seluruh Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Kodim 0411/LT ditambah perwakilan dari Sub Detasemen Polisi Militer TNI AD Kota Metro dengan mendengarkan Amanat Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang dibacakan oleh Dandim 0411/LT yang bunyinya :


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi, Salam damai sejahtera bagi kita semua, Om swastiastu, Namo buddhaya, Salam kebajikan. Saudari-saudara seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, yang saya hormati, Dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis: Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: "Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa".

Memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan "amukti palapa". Namun meski sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan yang pasti, umumnya para ahli sepakat bahwa amukti palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. Artinya, ia tak akan menghentikan mati raga atau puasanya sebelum mempersatukan Nusantara. Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.


Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut. Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita. Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita.

Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar. Kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara-saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahkan berupa pengorbanan nyawa. Sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini. Sambil mengirim doa bagi ketenangan jiwa para pahlawan demokrasi tersebut, alangkah eloknya jika kita wujudkan ucapan terima kasih atas pengorbanan mereka dengan bersama-sama menunggu secara tertib ketetapan penghitungan suara resmi yang akan diumumkan oleh lembaga yang ditunjuk oleh undang-undang, dalam waktu yang tidak lama lagi.


Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air, Telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa
mampu menjaga persatuan sampai detik ini. Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.

Apalagi peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah. Hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada, mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita.


Dengan semua harapan tersebut, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema "Bangkit Untuk Bersatu". Kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air, Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara berikut ini: gotong-royong. Ketika diminta merumuskan dasar negara Indonesia dalam pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas. Namun Bapak Proklamator Republik Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu “sila” tunggal, maka yang menjadi intinya inti, core of the core, adalah gotong-royong. Menurut Bung Karno: "Jika kuperas yang lima ini menjadi satu, maka dapatlah aku satu perkataan yang tulen, yaitu perkataan gotong royong. Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjoangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah Gotong Royong!”


Yel-yel “holopis-kuntul baris” adalah aba-aba nenek moyang kita di tanah Jawa, digunakan sebagai paduan suara untuk memberi semangat ketika mengerjakan tugas berat yang hanya bisa dikerjakan secara bergotong-royong, bersama-sama. Yel-yel ini disorakkan ketika kita membutuhkan gerak yang seirama, agar tujuan kita satu semata, bagaikan barisan burung bangau yang sedang terbang berbaris di angkasa. Bukan hanya di tanah Jawa, semangat persatuan dan gotong-royong telah mengakar dan menyebar di seluruh Nusantara. Ini dibuktikan dengan berbagai ungkapan tentang kearifan mengutamakan persatuan yang terdapat di seluruh suku, adat, dan budaya yang ada di Indonesia.
Sebagaimana diserukan oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada pidato di Depan Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 lalu, dari tanah Minang kita diimbau dengan petuah ‘Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang’ . Kita juga diwarisi pepatah Sunda yang berbunyi 'Sacangreud pageuh, sagolek pangkek’. Dari Bumi Anging Mamiri, kita bersama-sama belajar ‘Reso temma-ngingi, nama-lomo, nale-tei, pammase dewata’. Dari Bumi Gora, kita diminta: ‘Bareng bejukung, bareng bebose’. Dari Banua Banjar kita bersama-sama menjunjung ‘Waja sampai kaputing’. Semua menganjurkan bekerja secara gotong-royong.


Saudari-saudara sebangsa dan setanah-air, Meski kita gali dari kearifan nenek-moyang kita yang telah dipupuk selama berabad-abad, namun sejatinya jiwa gotong-royong bukanlah semangat yang sudah renta. Sampai kapan pun semangat ini akan senantiasa relevan, bahkan semakin mendesak sebagai
sebuah tuntutan zaman yang sarat dengan berbagai perubahan. Dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam aras ekonomi dunia. Bersama negara-negara besar lainnya seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, ekonomi Indonesia akan tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang. Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja. Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan. Akhir kata, saya haturkan selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang keseratus sebelas, seraya mengajak agar kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan
kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global. INDONESIA BANGKIT! INDONESIA BERSATU! Terima kasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya.


Upacara yang dimulai pkl 07.00 Wib. selesai pada pukul 08.00 Wib dilanjutkan dengan Jam komandan. (DL)

Saturday, May 18, 2019

KODIM 0411/LT DAN POLRES LAMTENG BERGERAK CEPAT REDAM KERUSUHAN ANTAR WARGA



Media Center Kodim 0411/LT

Dandim 0411/LT Letkol Czi Burhannudin,S.E.M.Si segera memerintahkan seluruh Prajurit Kodim 0411/LT untuk segera mengantisipasi informasi pada pukul 22.30 Wib yaitu adanya konsentrasi massa di Dusun Sari Agung Kampung Buyut Udik Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lamteng yang diperkirakan akan saling serang antara warga pribumi (Suku Lampung) dengan warga Suku Jawa dibantu kelompok Pengamanan Bersama (Pambers). Jumat, (17/05/2019)


Berdasarkan info awal kronologis kejadian yaitu pada tanggal 17 April  2019 di saat  penghitungan suara Caleg  di dusun Sari Agung ( TPS 10) telah terjadi pemukulan terhadap ketua KPPS (Az) oleh Tim sukses salah satu Caleg (Za) yang diduga memperoleh suara yang tidak diharapkan.

Perselisihan tersebut langsung dimediasi oleh Kepala Kampung (Johansyah) dan dinyatakan selesai sehingga dilanjutkan kegiatan di PPS kembali, lalu pada pukul 22.00 Wib (Az) kembali menerima penganiayaan oleh 4 (empat) orang warga Kampung Buyut Udik Induk yang disinyalir adalah tim sukses caleg (Za) di depan rumah miliknya, selanjutnya (Az) dan tetangga sekitar melakukan perlawanan, dikarenakan tidak seimbang maka para pelaku melarikan diri ke Kampung Buyut Udik dengan meninggalkan SPM 2 unit di depan rumah (Az) (saat ini kendaraan tersebut diamankan oleh Polres Lamteng).


Melihat Kodisi wilayah pada pukul 22.30 Wib terjadi konsentrasi massa di Dusun Sari Agung mencapai sekitar 1000 orang maka Dandim 0411/LT tidak mau terjadi apa-apa di wilayah binaannya, 70 personel dipimpin langsung oleh Kasdim 0411/LT Mayor Inf Ucok Namara segera meluncur ke lokasi pengkonsentrasian warga tersebut dan bergabung bersama 300 personel Polres Lamteng yang dipimpin oleh Wakapolres Lamteng Kompol Kompol Harto Agung Cahyono.

Pada Sabtu pukul 01.25 Wib terjadi amukan massa dari warga Kampung Buyut dengan merusak 4 rumah warga di dusun Sari Agung, situasi yang semakain memanas tersebut berhasil diredam dengan tindakan blokade aparat gabungan TNI dan Polri yang dipimpin Kasdim 0411/LT dan Wakapolres Lamteng.

Pada pukul 02 .20 Wib Kapolres Lamteng AKBP I Made Rasma,S.IK,.M.Si didampingi Kasdim 0411/LT berhasil meredakan situasi dengan memberikan himbauan  agar keduanya untuk mundur ke kampung masing-masing.


Massa akhirnya membubarkan diri dan kembali ke rumah-masing-masing, sampai dengan saat ini situasi dan kondisi di lokasi kondusif.

Pada pukul 04.15 Wib situasi mulai benar-benar kondusif, selanjutnya gabungan personel Kodim 0411/LT dan Polres Lamteng tetap bersiaga di lokasi sambil membantu membersihkan kaca rumah warga yang rusak dan membantu evakuasi warga yang sakit, orang tua usia lanjut dan anak-anak. (DL)


Friday, May 17, 2019

Pengecekan Rutin Randis dan Jatmu Kodim 0411/LT oleh Tim Asnik Denpal II/3 B. Lampung


Media Center Kodim 0411/LT

Pelayanan Pemeliharaan Kendaraan bermotor dan Sejata/Munisi TW. II oleh Tim Asnik Satuan Rawatan Denpal II/3 Bandar Lampung di Kodim 0411/LT. Jumat (17/05)

Tim Asnik Denpal II/3 Lampung yang terdiri dari Ketua Tim Kapten Cpl Putut R beranggotakan Peltu Prastyo R, Serka Suhono dan Pratu Dedy. S melaksanakan kegiatan pengecekan SPM Dinas Kodim 0411/LT jumlah 126 unit dengan sasaran pengecekan mesin dan rem serta lampu-lampu, penggatian pelumas mesin (oli) dan pengecekan administrasi STNK Dinas.


Sementara itu untuk kendaraan dinas sebanyak 9 Unit dilaksanakan pengecekan  mesin, penggantian pelumas mesin (oli) dan memberikan dukungan 2 Ban kendaraan dinas Terios dan 1 Ban kendaraan dinas Strada.

Tim selanjutnya mengecek Senjata dan Munisi dan pengecatan senjata Kodim 0411/LT untuk mencegah pengaratan. (DL)






Thursday, May 16, 2019

DI HARI KETIGA LATBAK DANDIM 0411/LT DAN PERWIRA KODIM TUNJUKKAN KEAHLIAN MENEMBAK PISTOL


Media Center Kodim 0411/LT

Dandim 0411/LT Letkol Czi Burhannudin,S.E.M.Si, Kasdim 0411/LT Mayor Inf Ucok Namara, Pabung Lamteng Mayor Inf Bagus S. dan para Perwira Seksi Kodim 0411/LT serta para Danramil Jajaran melaksanakan Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbak Jatri) Pistol TW II TA 2019 di Lapangan tembak pistol Kodim 0411/LT, Kamis,  (16/05/2019).


Sikap berdiri dengan 13 munisi (3 butir untuk koreksi dan 10 butir penilaian) membuktikan keterampilan Dandim dan para perwiranya masih terjaga dengan baik, ini terbukti mayoritas peluru bersarang di sasaran lisan berwarna hitam, serius dan berkonsenterasi saat menembak terbayar senyum merekah saat para petembak melihat hasil tembakan.


“Menembak merupakan salah satu kemampuan prajurit yang mutlak harus dimiliki, untuk itu harus terus dilatih dan diasah, dengan latihan menembak ini prajurit kembali mengingat tentang dasar dan tehnik dalam menembak". ujar Dandim 0411/LT


“Personel Kodim 0411/LT adalah prajurit Komando Kewilayahan yang usia dalam kedinasannya rata-rata diatas 15 tahun, setelah lepas pendidikan rata-rata bertugas di Satuan Tempur dan Satuan Bantuan Tempur, lalu pindah ke Satuan Teritorial, maka para Babinsa yang tugas pokoknya di tengah-tengah masyarakat binaan disediakan waktu dan sarana oleh Komando Atas untuk mengasah dan melatih kembali kemampuan yang sudah mereka miliki, sehingga naluri dan keterampilan tempur setiap prajurit akan selalu terjaga". tambah Dandim. (DL)


Wednesday, May 15, 2019

PELDA SUBADRI ANGKAT TEMA RAHASIA MALAM LAILATUL QODR


Media Center Kodim 0411/LT

Masjid Al Ittihad Kodim 0411/LT tetap menjadi sarana Anggota Kodim dan masyarakat sekitar untuk beribadah dan menimba ilmu-ilmu keagaamaan di waktu 10 bulan Romadhon tahun 2019 ini, Kultum sebelum Sholat sunnah tarawih adalah celah untuk menambah wawasan pengetahuan tentang kemulayaan bulan Romadhon, Rabu (15/05)

Kali ini selaku imam dan pengisi kultum oleh Pelda Subadri yang mengangkat tema 'Rahasia Malam Laiatul Qodr'

"Dahulu pada zaman kenabian Musa AS seorang umatnya melakukan pengabdian kepada Allah SWT selama 800 tahun lamanya, karena umur umat Nabi Musa AS saat itu rata-rata 1000 tahun, berarti umat tersebut sudah mengabdikan diri sedari kecil, beliau bertanya kepada Nabi Musa, adakah umat lain yang lebih lama pengabdiannya daripada saya?"  buka Pelda Subadri.

"Dan kala itu Nabi Musa AS menjawabnya, 'ADA' kelak umat Nabi penutup (Muhammad SAW) banyak yang melebihi dirimu dalam pengabdian beribadah kepada Allah SWT, lalu sang umat bertanya, 'Apakah umur mereka lebih lama dari kita wahai Nabi Allah?', 'tidak' di jawab Nabi Musa AS, 'Bahkan umur Nabi mereka hanyalah sekitar 62 tahun saja', lalu kisah itu menjadi teka-teki dikalangan umat, umur yang singkat akan tetapi amalan ibadahnya dapat melampoi 800 tahun, ini sungguh kemurahan Allah SWT." Ucap Pelda Subadri.


"Mari sama-sama kita mengkaji kisah tersebut dengan diturunnya QS Al Qodr yang diturunkan pada bulan Romadhon, Bismillahirrahmaanirrahim, dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Innaa anzalnaahu fii lailatil qodr (Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar/kemulyaan), nah disini mari kita cari tahu apa sebenarnya malam kemulyaan itu, kita lihat ayat keduanya yang berbunyi wamaa adrookamaa lailatul qodr (Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?) lailatul qodri khoirum min alfi syahr (Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan) di ayat tersebut Allah SWT menyatakan bahwa malam itu LEBIH BAIK dari 1000 bulan, artinya kalau kita buat 1000 bulan itu menjadi tahun, kira-kira sekitar 83 tahun, jika umat Muhammad SAW saat ini melakukan maksiat sampai umur 40 tahun lalu ia bertobat, lalu meninggal di umur 60 tahun, maka 20 tahun ia beribadah dengan sungguh-sungguh sehingga dapat bertemu malam lailatul qodr tiap romadhonnya, maka 20 tahunnya itu sama denagn 83 x 20, dua kali lipat dari 800 tahun” jelas Pelda Subadri.


"Sedemikian besarnya rahmat yang diberikan oleh Allah SWT pada bulan Romadhon, karena dalam bulan ini akan ada tamu mulia di satu malam, kenapa malam yang satu ini begitu mulia? itu disebabkan 'Tanazzalul malaa-ikatu war ruuhu fiihaa bi idzni robbihim min kulli amr, karena malam itu para malaikat beserta Ruh Suci (malaikat Jibril AS) atas izin Tuhannya (Allah SWT) turun kedunia untuk mengatur segala urusan', salaamun hiya hattaa mathla’il fajr (Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar)” tutup Pelda Subadri mengakhiri kultumnya. (DL)