Sunday, January 4, 2026

Babinsa Koramil 411- 06/Seputih Raman Hadiri Milad Ponpes Hidayatullah Ulum Sekaligus Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW


Penerangan Kodim 0411/KM

Serka Samsul Mustofa Babinsa Koramil 411- 06/SR Kodim 0411/KM hadiri dalam acara Milad Ponpes Hidayatullah Ulum sekaligus peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW Kampung Rama Kelandungan Kec. Seputih Raman Kab. Lampung Tengah. Sabtu malam (03/01/2026)


Selaku  Penceramah K.H. Agus Malik An Nawawi, tampak hadir, Camat Sep. Raman I Putu Astawan S.Pd.M.Pd., Pj. Kakam Rama Klandungan Sarif, Babinsa Serka Samsul M., Staf KUA Mujianto, Anggota Polsek Sep. Raman Aipda Hendro, Toga dan Tomas Kec. Seputih Raman serta Wali Santri dan tamu undangan 


Seperti yang diketahui bahwasannya Isra Mi’raj merupakan perjalanan malam Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha, kembali dimaknai bukan sekadar sejarah, melainkan momentum refleksi bagi umat Islam. 


Bertepatan dengan Milad Ponpes Hidayatullah Ulum, Penceramah K.H. Agus Malik An Nawawi menyinggung tentang tema "Mensyukuri Anugerah Berdasarkan Khasyiah Menggapai Mardhatillah"

1. Mensyukuri Anugerah. Ini adalah langkah awal. Menyadari bahwa semua yang kita miliki (kesehatan, keluarga, rezeki, hingga iman) adalah pemberian murni dari Tuhan, bukan semata-mata karena hasil kerja keras kita.

2. Berdasarkan Khasyiah (Pondasi Utamanya). Ini adalah bagian paling menarik. Khasyiyah adalah rasa takut yang lahir dari kekaguman yang luar biasa atas keagungan Allah. Artinya: Kita bersyukur bukan hanya karena senang dapat nikmat, tapi bersyukur dengan rasa "segan" dan "takut". Takut jangan-jangan nikmat ini membuat kita lalai, atau takut jika kita tidak bisa menggunakan anugerah tersebut sesuai dengan keinginan Sang Pemberi. Ini adalah syukurnya orang-orang yang sangat mengenal Tuhannya (Arif billah).

3. Menggapai Mardhatillah (Tujuan Akhir). Hasil dari rasa syukur yang dilandasi rasa takut/hormat tadi adalah Ridha Allah. Ini adalah tingkatan tertinggi dalam spiritualitas Islam; di mana bukan lagi surga yang menjadi fokus utama, melainkan apakah Allah rida atau senang kepada kita.

Terakhir seluruh hadirin menyempatkan diri untuk Doa Bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi seluruh warga desa dan keluarga besar ponpes pada khususnya. (DL)

No comments:

Post a Comment